Cinta Tak Direstui Orang Tua, Pelajar SMA Panjat Tower Berniat Bunuh Diri

oleh -20.608 views
Petugas penyelamat berhasil menurunkan pemuda putus cinta dari atas tower provider yang hendak bunuh diri

BATURAJA, RumahBerita – Lantaran kisah asmaranya bersama sang kekasih tak  mendapatkan restu dari orang tua, Kumbang (Nama Samaran) warga RT 1 RW 7 Karang Sari Desa Tanjung Baru Kecmatan Baturja Timur yang juga Pelajar kelas 12 di salah satu SMA di kota Baturaja nekat mau bunuh diri dengan memanjat salah satu tower Provider yang berada tak jauh dari rumahnya. Selasa (7/1).

Menurut keterangan, salah satu bibi korban. Aksi nekad yang dilakukan oleh Pemuda putus cinta cinta itu disebabkan lantaran hubungan asmara dengan sang kekasih yang diketahui juga masih duduk di kelas 12 SMA tidak mendapatkan restu, sehingga korban merasa prustasi dan nekat melakukan aksi tersebut.

Sang Pemuda yang prustasi tengah berada di atas tower provider hendak bunuh diri lantara cintanya tak mendapat restu orang tua

“Memang sudah beberap hari ini dia sudah merasa tertekan, bahkan sampat ketemu saya sambil menangis mengungkapkan bahwa hubungan cintanya dengan pacarnya tidak direstui oleh ibunya,” tutur sang bibi korban kepada RumahBerita.

Diceritakan bibi korban, aksi nekat yang dilakukan oleh keponakannya tersebut sengat mengejutkan keluarganya terutama ibu korban yang tidak menyangka korban akan berbuat senekat itu.

Baca Juga =  120 Mahasiswa Unbara Dapat Beasiswa Program Bidik Misi

“Kami tidak menyangkan kalau dia sampai senekat ini. Dia merupakan sosok anak yang terbilang rajin beribadah dan penurut. Taki sangat tidak menduga kalau dia sampai sejauh ini bertindak lantaran dilarang berpacaran dengan pacarnya karena ditakutkan akan terjadi hal yang tidak di inginkan lantaran dia masih sekolah,” terang bibi korban.

Pantauan RumahBerita dilokasi kejadian, aksi nekat yang dilakukan terjadi sekitar pukul 12.00 wib memanjat tower provider yang berada persis tak jauh dari rumahnya. Sontak saja kejadian ini mengundang masyrakat banyak utnuk menyaksikan kejadian tersebut. Bahkan akibat aksi nekat itu, kondisi Jl A Yani sempat terjadi kemacetan panjang lantaran banyaknya masyaraat yang menonton.

Pemerintah Kabupaten OKU melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibantu oleh unsur terkait seperti PBK, Kepolisian dan TNI bertindak cepat berupaya melakukan penyelamatan. Meski awalnya sempat dilakukan pembujukan oleh petugas kepada sang pemuda yang tengah prustasi itu mengalami kegagalan lantaran korban semakin nekat memanjat di ujung tiang tower dan bernia akan meloncat. Bujukan dari petugas dan keluarga tidak dihiraukan.

Baca Juga =  Tangkap Pelaku Curas, Kakek 13 Cucu Ini Dapat Penghargan

Guna mencegah terjadinya hal yagn tidak diinginkan, salah satu petugas dari BPBD OKU, Aslin Amardan bersama beberapa rekannya bertindak cepat memanjat tower untuk melakukan penyelamatan.

Berkat kepiawayanan Aslin yang saat itu berhasil mendekati sang pemuda yang berada di puncak tower yang mampu membujuk dan mendekat, pemuda putus cinta itu berhasil diamankan dan diikatkan dengan tali pengaman.

Keberhasilan Aslin Amarda menyelamatkan pemuda nekat itu sempat mendapat perlawan, yang mana pada awalnya sang pemuda prustasi itu sempat menolak pertolongan bahkan sempat menyerang tim penolong dengan melayangkan beberapa pukulan ke arah Aslin.

Tim penyelamat berhasil menyelamatkan sang pemuda malang

Berkat aksi sigap dari tim penyelamat, sang pemuda itu berhasil di amankan dan langsung diberikan alat penyelamatan agar tidak terjatuh dari atas tower.

Baca Juga =  Gubernur Sumsel Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja 

“Awalnya dia sempat menolak bujukan saya bahkan dirinya sempat melawan. Namun saya tidak habis akal dan terus membujuknya agar mau menuruti kami untuk turun kebawah,” tutur Aslin menceritakan kondisi saat dirinya berupaya membujuk sang pemuda putus cinta tersebut.

Aslin Amarda, Petugas BPBD OKU yang berhasil menyelamatkan nyawa pelajar OKU dari aksi nekat hendak bunuh diri dari atas tower

Lebih lanjut diceritakan Aslin Amardan. Dirinya berupaya keras membujuk sang pemuda nekat itu untuk mau mengikuti perintahnya turun ke bawah. “Saya berusaha memberikan dia motivasi bahwa dirinya masih muda, perjalannya masih panjang, dan masih banyak orang yang sayang dengan dirinya.

“Saya memberikan motivasi kepadanya bahwa masih banyak orang sayang kepadanya. Tidak ada gunanya melakukan aksi bunuh diri seperti itu, terlebih dirinya masih muda dan harapan keluarga masih panjang. Dan alhamdulillah dirinya mau menuruti perintah saya,” pungkas Aslin. (rully)

Print this entry