Komisi E DPRD DKI Minta Kerja Terprogram SDN Kebon Manggis 01 Pagi Sebagai Sekolah Ramah Anak

oleh -8 views

Foto : Kepala SDN Kebon Manggis 01 Pagi Tatang Capetang

JAKARTA, RumahBerita – Terus dioptimallkan kecakapan dan disiplin kerja bagi para pendidik. Mengingat wilayah Jakarta harus mempercepat program sekolah ramah anak. Dimana sekolah bisa menjadi rumah kedua, guru menjadi orang tua. Dan teman-temannya menjadi saudara bagi para murid.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak kepada awak media, beberapa waktu lalu. Peristiwa bullying sampai mengakibatkan kematian pada siswa yang terjadi di SMPN 147 Jakarta Timur menurutnya perlu dijadikan sebuah momentum perbaikan berbagai macam metode dan sistem pendidikan.

“Komisi E mengusulkan sesudah proses kasus ini selesai. Agar Dinas Pendidikan menggandeng narasumber ahli memberi masukan bagaimana langkah kedepan. Untuk dapat menciptakan sekolah ramah anak,” kata Jhonny.

Baca Juga =  Diduga Ngecor Minyak, SPBU Air Karang Nyaris Terbakar. Begini Kejadiannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengaku pihaknya sudah membuat satuan tugas (Satgas) perlindungan anak atau anti bullying di sekolah.

“Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 86 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan bagi peserta didik disatuan pendidikan,” imbuhnya.

Dibutuhkan lingkungan sekolah yang mendukung, mengingat sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak untuk belajar tentang kehidupan. “Apalagi sekolah yang memprogramkan kegiatannya sampai sore,” ungkap Kepala SDN Kebon Manggis 01 Pagi Kecamatan Matraman Jakarta Timur Tatang Capetang.

Suasana aktivitas anak yang ada di masyarakat juga diprogramkan di sekolah. Sehingga anak tetap mendapatkan pengalaman-pengalaman yang seharusnya ia dapatkan di masyarakat.

Baca Juga =  Ini Segurat Catatan Jon Heri, Sosok Tegas Berjiwa Penolong Hingga Pernah Dikira Hendak Merampok

“Bagi anak lingkungan dan suasana yang memungkinkan untuk bermain sangatlah penting. Masih kata Tatang karena bermain bagi anak merupakan bagian dari hidupnya. Bahkan UNESCO menyatakan “Right to play” (hak bermain). Pada dasarnya, bermain dapat dikatakan sebagai bentuk miniatur dari masyarakat. Dalam artian, nilai-nilai yang ada di masyarakat juga ada di dalam permainan atau aktivitas bermain,” urainya.

Sementara itu menurut pandangan Tatang, sekolah ramah anak aspeknya meliputi, tenaga pendidik, pelaksanaan KBM, Sarana dan Prasarana (Sapras) serta tersedianya buku materi  Tentu jika suasana ini dapat tercipta di sekolah, maka suasana di lingkungan sekolah sangat kondusif untuk menumbuh-kembangkan potensi anak.

Baca Juga =  Sah Sebagai Konstituen Dewan Pers, Ini Pesan Bupati OKU Untuk SMSI

“Sudah barang tentu karena anak dapat mengekspresikan dirinya secara leluasa sesuai dengan dunianya,” urai Tatang.

Di samping itu, penciptaan lingkungan yang bersih, akses air minum yang sehat, bebas dari sarang kuman, dan gizi yang memadai merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di sekolah dan di rumah,” simpulnya.

Diketahui SDN Kebon Manggis 01 Pagi merupakan salah satu sekolah yang di nominasikan sebagai sekolah sehat di Kecamatan Matraman. Ada peluang terbuka untuk dapat menjadi sekolah ramah anak yang telah dicanangkan oleh pemerintah. (Paksi Kusuma)

Print this entry