PMII OKU Kecam Kekerasan Oknum Polisi Pamekasan Terhadp Aksi Mahasiswa

oleh -86 views

BATURAJA, RumahBerita – Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten OKU mengecam dan mengutuk keras atas tindakan arogan oknum Polisi Pamekasan Jawa Timur saat mengawal aksi demonstrasi PC PMII Pamekasan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua PC PMII OKU Anita Sari melalui rilisnya, Kamis malam (25/06/20).

Menurut wanita yang akrab disapa Anita itu, tidak ada alasana pihak kepolisian untuk bertindak refresif saat melakukan pengawalan terhadap aksi massa. Sebab, kata dia, demonstrasi merupakan salah satu cara menyampaikan pendapat dimuka umum yang dilindungi undang-undang.

Baca Juga =  5 Pekon Di Pardasuka Terima Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni.

“Tindakan refresif ini jelas mencoreng wajah demokrasi di Indonesia, karena kebebasan berekspresi merupakan hak setiap warga negara,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam peraturan Kapolri nomor 16 tahun 2006 tentang pedoman pengendalian massa tidak memperbolehkan melakukan tidak refresif. Maka, tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi pamekasan itu telah menyalahi aturan.Menurutnya, jika biarkan, peristiwa itu akan menjadi catatan buruk aparat kepolisian. Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan terulang kejadian yang sama jika tidak ada sanksi yang tegas.

Baca Juga =  Bertemu Ketua DPD RI, PWI Usulkan Sinergi Penguatan Peran DPD RI

“Untuk itu kami meminta Kapolda Jatim untuk memberi sanksi tegas kepada oknum polisi tersebut,” pungkasnya.

Diketahui peristiwa itu terjadi saat PC PMII Pamekasan melakukan aksi untuk memprotes penggalian tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan.

Namun, massa aksi mendapat perlakuan represif saat memaksa masuk kantor Bupati Pamekasan. Akibatnya, sejumlah kader PMII yang menjadi massa aksi mengalami luka karena menerima pukulan dan diinjak oleh oknum polisi yang mengawal aksi. (*)

Baca Juga =  Pipa Transmisi PDAM Jebol, UP Bakung Alami Gangguan Distribusi

Print this entry