PTBA Cukup Responsif Menangani Dampak Musibah Banjir Di Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul

oleh -28 views

RumahBerita Tanjung Enim Muara Enim–Para warga yang terdampak banjir di Tegalrejo, Kecamatan Lawang Kidul, buka suara soal penanganan musibah yang terjadi akibat hujan lebat dan luapan dari hulu sungai di kawasan galian tambang milik PT Bukit Asam Tbk.

Kepala Desa Tegalrejo Teguh Priyono bercerita banjir yang melanda wilayah tersebut pada Mei 2020 ini diduga terjadi karena adanya longsoran tanah disposal tambang yang membuat air masuk ke pemukiman warga sekitar.

Meski banjir melanda rumah warga di RT 14 Tegalrejo, Teguh memastikan tidak ada korban jiwa dari bencana alam tersebut. Kerugian warga, kata dia, sampai saat ini masih bersifat material akibat tanah dan lumpur yang masuk ke rumah dan berdampak pada peralatan rumah tangga.

Pihak PTBA, kata Teguh, cukup responsif dalam menangani dampak musibah ini. Perusahaan langsung menyambangi pemukikan dan menawarkan ganti rugi kepada warga terdampak.

Baca Juga =  Diduga Izin Lingkungan Nembak Pocok Kudo, PT Barus FJ Cemari Sungai Ogan

‚ÄúSebagian warga sudah setuju nilai penggantian ganti ruginya, sebagian masih negosiasi, mudah-mudahan semuanya bisa cepat selesai, dan tidak ada pihak yang dirugikan,” kata Teguh, saat dijumpai Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, PTBA dan warga selama ini berkomunikasi dengan baik untuk mengatasi dampak masalah. Bantuan juga terus disalurkan perusahaan untuk warga mulai dari bantuan sembako, uang sewa rumah sementara, ganti rugi peralatan rumah tangga yang rusak akibat banjir, pemeriksaan kesehatan, dan bantuan susu kotak.

Proses penanganan dampak banjir ini juga diawasi langsung oleh pihak Kecamatan dan Kabupaten, termasuk perkembangan dalam mengatasi dampak lingkungan dan sosial.

Tidak hanya itu, PTBA juga disebut Teguh menyiagakan alat berat di sekitar lokasi untuk antisipasi tanah longsor. Ketinggian tanah disposal tambang juga sudah cukup rendah dari sebelumnya.

Baca Juga =  Dinas Perkim Kabupaten Mesuji Akan Salurkan BSPS Tahap-2.

“Harapan saya secepatnya ganti rugi ini selesai, dan warga jangan dipersulit untuk mendapatkan haknya,” tambah Teguh.

Suara serupa datang dari Ketua RT 14 Tegalrejo, Paiman. Ia mengatakan pihak perusahaan sejauh ini terus berkomitmen melakukan ganti rugi kepada warga. Ia menilai perusahaan selama ini sudah peduli dengan masyarakat sekitar khususnya di wilayah RT 14.

“Sudah ada kesepakatan untuk ganti rugi, dan mudah-mudahan secepatnya bisa selesai,” kata Paiman.

Warga lainnya, yakni Sugiarto, mengungkap awalnya masyarakat tidak menyangka bakal terjadi bencana tersebut, namun apa yang dialami warga tersebut mendapatkan perhatian dari pihak perusahaan. Pihak perusahan merespons dengan cepat penanganan masalah ini baik oleh Tim CSR, Tim Teknis Lapangan dan Tim Pembebasan Rumah/Lahan.

Baca Juga =  Jalan Longsor Di Pulau Pinang Lahat Sudah Bisa Dilalui

“Sekarang ini warga menunggu proses pencairan pembayaran, dan sisanya masih negosiasi. Saya sangat berharap bisa secepatnya dapat selesai,”kata Sugiarto.

Sekretaris Perusahaan melalui Humas PTBA menyampaikan bahwa PTBA berkomitmen dalam menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Muara Enim dan Bupati Muara Enim.

Rekomendasi tersebut berupa Pengurangan Beban Material, Pembuatan Kolam Pengendap Lumpur (KPL), Perapihan Alur Sungai, dan Penanganan rumah/lahan yang terdampak. Sampai saat ini terus dilakukan dan berproses.
Komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat juga intens dilakukan sampai saat ini, bahkan sudah ada beberapa yang capai titik sepakat.(M.A.Wijaya)

Print this entry